lifestyle

cara unik mengurangi penggunaan sterofoam dan plastik

Beberapa hari belakangan jagad media sosial sempat heboh dengan salah satu postingan Mahasiswi semester 8 program studi Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya. Adalah Fia, yang saat itu tengah melakukan sampel untuk penelitian skripsinya dengan mengunjungi pantai Sendang Biru di selatan kabupaten Malang.

Saat menemukan bungkus mie instant indomie, Fia mengamati dengan seksama bungkus mie instant tersebut yang terlihat masih sangat utuh dan tertulis Dirgahayu Indonesia ke-55. Yang berarti bungkus palstik mie instant tersebut sudah terombang-ambing selama 19 tahun di lautan. Fia kemudian memfoto bungkus mie instant tersebut dan membagikan ke laman Twitternya @selfeeani.

Tak pelak kicauan Fia tersebut mendapat respon beragam dari warganet, bahkan menteri Susi Pudjiastuti juga turut merespon unggahan Fia tersebut. Menteri Susi langsung me-retweet kicauan Fia melalui laman twitternya @susipudjiastuti.

Sampah plastik memang selalu menjadi permasalahan pelik, tidak hanya di Indonesia saja namun bisa jadi semua negara. Pasalnya sampah plastik tidak dapat diurai atau dihancurkan. Dan penyumbang terbesar sampah plastik di negara ini berasal dari sampah rumah tangga.

Sebenarnya sudah ada kebijakan dari pemerintah untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Salah satunya dengan penggunaan sampah plastik ramah lingkungan yang bisa hancur dan terurai. Namun karena kondisi plastik yang tipis dan harus mengeluarkan uang tambahan lagi untuk membelinya sehingga dirasa tidak efektif karena memberatkan konsumen.

Baru-baru ini di sebuah supermarket besar di salah satu negara Asia Tenggara melakukan inovasi demi mengurangi penggunaan sampah plastik. Supermarket tersebut mengganti sterofoam/plastik untuk membungkus sayuran dengan daun pisang.

Menyejukkan banget rasanya lihat yang ijo-ijo dan fresh begitu. Tapi inovasi tersebut bukan dari supermarket di negara kita sih Agan and sista, melainkan dari negara Thailand atau lebih tepatnya dari Supermarket Rimping, Chiangmai, Thailand.

Semoga saja langkah inovasi diatas dapat memotivasi para pengusaha/produsen dengan memanfaatkan barang ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai pembungkus suatu produk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *